PPID Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan "Profesional, Sinergi dan Militan"


Tim SAR Cari Speedboat yang Hilang Kontak di Pulau Selayu


TARAKAN - Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tarakan mengerahkan tim rescue untuk melakukan pencarian terhadap satu speedboat yang dikabarkan hilang kontak di perairan Pulau Selayu, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Speedboat bermesin 40 PK itu mengangkut 1 orang, Salam Candra (35) yang hilang kontak usai memanen ikan dari tambaknya.

Kepala Basarnas Tarakan Amiruddin A.S, S.Sos mengatakan, informasi terjadinya kecelakaan kapal (lost contact) diterima pihaknya dari keluarga korban pukul 13.35 Wita, Sabtu (5/1).

“Setelah kami menerima informasi itu, 20 menit kemudian pukul 13.55 Wita diberangkatkan 1 tim rescue untuk pencarian di sekitar perairan Pulau Selayu. Sebanyak 5 orang personel Basarnas melakukan operasi pencarian menggunakan 1 unit Rigid Inflatable Boat (RIB),” kata Kansar Tarakan.

Dijelaskan Amiruddin, kronologis kejadian menurut laporan keluarga Salam Chandra yang sempat melakukan kontak komunikasi melalui telepon seluler (handphone), bahwa warga Jembatan Besi Kota Tarakan ini setelah memanen ikan di tambaknya, kemudian melakukan perjalanan menuju Tarakan. Namun dalam perjalanan selepas di perairan Pulau Selayu, terjadi badai di laut sehingga jarak pandang (visibility) terganggu.

“Visibility korban tidak bisa melihat Pulau Tarakan. Sedangkan speedboat yang digunakan ini juga tidak dilengkapi dengan peralatan navigasi. Hanya mengandalkan visual saja. Setelah terjadi hujan, korban mengaku pada keluarganya kalau kebingungan dan hilang arah,” beber mantan Kakansar Pekanbaru ini menjabarkan kronologis kejadian.

Dari laporan keluarga korban, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 Wita pagi, dan 5 jam kemudian baru menginformasikan kepada Basarnas Tarakan. Namun setibanya tim rescue di lokasi titik awal informasi, ternyata korban sudah bergeser. “Informasi terakhir, kita masih bisa berkomunikasi dengan korban via HP tetapi karena tidak ada tanda-tanda yang dikenali korban sehingga menjadi kendala dalam melakukan pencarian,” ujar Amiruddin.

“Sampai malam hari ini, kami masih melakukan pencarian meski dalam kegelapan. Karena masih bisa kita berkomunikasi. Tapi karena kesulitan penentuan titik koordinat, kami masih berusaha mencari koordinat pastinya speedboat berada,” tuntasnya.

Hingga pukul 23.00 Wita, tim rescue Basarnas Tarakan dengan dibantu Polair Res Tarakan dan potensi ahli IT masih melakukan pencarian korban termasuk mencari titik koordinat pasti dan signal terakhir dari nomor HP korban memancarkan signal. Namun hasilnya masih nihil, sehingga operasi SAR dihentikan sementara dan akan dilanjutkan keesokan harinya (2/5). (bba)

 



Kategori Berita Kansar , General Artikel , Kecelakaan kapal .
Pengunggah : tarakan