PPID Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan "Profesional, Sinergi dan Militan"


CUACA EKSTREM WARNAI PENCARIAN NELAYAN HILANG DI PERAIRAN TANJUNG PASIR


Tangerang - Tim SAR harus menghadapi cuaca buruk ketika melakukan upaya pencarian terhadap seorang nelayan yang hilang di Perairan Tanjung Pasir. Operasi SAR yang memasuki hari kelima ini dengan membagi area pencarian menjadi tiga area dimana SRU pertama melakukan pencarian dengan Perahu Karet dengan Luas Area Pencarian 15 NM², SRU kedua melakukan pencarian dengan Perahu  Nelayan  dengan Luas Area Pencarian 7  NM², kemudian SRU ketiga melakukan pencarian secara visual di pesisir daratan dengan jarak 25 KM. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta, Pos TNI AL Tanjung Pasir, Polsek Teluk Naga, Damkar Kosambi, Damkar Pakuaji, Pol PP Teluk Naga, Pramuka Peduli, Potsar Kedoya Raya, Tangger Rescue, PMI kab. Teluk Naga, Dompet Duafa, TBI, SAR MTA, Nelayan Setempat, Keluarga Korban dan Masyarakat Tanjung Pasir memutuskan untuk menghentikan penyisiran sekitar pukul 18.00 WIB. "Tim SAR gabungan sudah berusaha semaksimal mungkin dalam pencarian hari ini namun adanya kendala hujan yang cukup deras kemudian ombak yang cukup tinggi sekitar 2 Meter sehingga berkurangnya jarak pandang dan menghambat pergerakan pada hari ini." ungkap Hendra Sudirman, S.E., M.Si., Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi SAR. Beliau juga menambahkan bahwa rencana Operasi SAR akan kembali dilanjutkan pada Selasa (17/11) besok pagi oleh tim SAR gabungan dan berharap kondisi cuaca baik supaya operasi SAR bisa berlangsung secara maksimal. Sebelumnya diketahui pada kamis (11/11) sekitar pukul 22.00 WIB di Perairan Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang , Banten, ketika kapal yang diawaki 3 (tiga) orang tersebut sedang melakukan aktifitasnya mencari ikan di perairan tersebut. Berdasarkan keterangan saksi yg bernama Agus (50) melihat salah satu awak kapal nelayan tersebut tersangkut jaring dan jatuh ke laut, kemudian dua awak kapal lainnya berupaya menolongnya dan menyebabkan kondisi kapal tidak stabil hingga akhirnya terbalik. Saksi berusaha untuk menyelamatkan ketiga awak kapal tersebut namun tidak berhasil karena kondisi malam hari dan jarak yg lumayan jauh. Pada Kamis (12/11) sekitar pukul 03.00 WIB Tarman (60) dan Masjuk (70) ditemukan dalam keadaan meninggal dunia oleh nelayan di tengah laut perairan Teluk Naga, namun korban atas nama Didin (33) masih belum ditemukan. 


HUMAS PENCARIAN DAN PERTOLONGAN JAKARTA



Kategori Berita Kansar , Kecelakaan Pelayaran , General Artikel , General Berita .
Pengunggah : jakartaadmin