UPAYA SAPU BERSIH WARGA SEKITAR GUNUNG AGUNG OLEH TIM SAR GABUNGAN MULAI BERGESER KE KRB 2


Tim INASAR Evakuasi Menteri Keuangan Jakapura


JAKARTA - Gempa bumi berskala besar 7.5 SR mengguncang kembali mengguncang Negara Jakapura, Selasa (10/9) pukul 08.00 LT. Setelah gempa besar tersebut masih terjadi 10 kali gempa susulan berskala 4 - 6,1 SR. Dampak yang ditimbulkan akibat gempa ini tidak hanya menghancurkan 2.500 bangunan di selatan Jakapura. Sebanyak 1000 orang meninggal dunia, 15.000 luka luka, dan 50.000 masih hilang.

Dampak massive dari gempa tersebut membuat pemerintah Jakapura membuka bantuan Internasional. Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Indonesia berinisiatif memberikan bantuan kemanusiaan dengan mengirimkan Tim INASAR ke Jakapura. Selanjutnya tim INASAR segera diaktifkan dan melakukan berbagai persiapan mulai registrasi anggota, pemeriksaan kesehatan hingga meminta persetujuan dari Presiden.

Setelah memperoleh ijin dari Presiden, tim INASAR yang dipimpin oleh Moh. Barokna Haula diberangkatkan menggunakan pesawat udara C-130 Hercules milik TNI AU dari Halim Perdana Kusuma Airpot menuju Jakapura International Airport. Sesampainya di Jakapura Tim langsung berkoordinasi dengan Local Emergency Management Autority (LEMA) serta mendirikan Base of Operation (BoO) dan Recevingin Depature Center(RDC).

Hasil koordinasi dengan LEMA Tim INASAR yang terdiri dari tim Alfa, Bravo dan Charli segera membagi tugas. Tim Alfa dikirimkan ke Istana Mandai, sementara tim Bravo bergerak ke Mandai Hostel. Setibanya di  Istana Mandai yang merupakan Jakapura Parliament, tim Alfa mendapatkan satu orang yang masih terjebak di lantai 3 bangunan. Korban diketahui bernama Alex (41) Menteri Keuangan Negara Jakapura. 

Dalam kurun waktu kurang dari 1 jam tim Alfa behasil mengevakuasi Alex dalam keadaan selamat. Selanjutanya Mentri keuangan tersebut dibawa menuju Rumah Sakit Cipto menggunakan ambulance guna memdapat perawatan lebih lanjut. Sementara itu, tim Bravo masih melakukan proses evakuasi yang panjang di Mandai Hostel. Dengan kondisi gedung yang tidak stabil, tim harus bekerja dengan sangat hati-hati agar dapat menyelamatkan korban di dalamnya.

Hingga malam pukul 23. 30 LT tim Bravo masih terus melakukan proses evakuasi. Tim Charli pun sudah berada di lokasi Mandai Hostel, bersiap-siap menggantikan tim Bravo. Sistem bekerja yang dilakukan Tim INASAR mengikuti INSARAG guidline masing-masing tim selama 8 jam setelah itu bergantian dengan tim lainnya. 

Kejadian di atas merupakan skenario yang dijalankan tim INASAR dalam kegiatan latihan tahap ke-5 persiapan menghadapi International External Classification (IEC) Medium Class pada 25 November mendatang. Hingga berita ini diturunkan tim INASAR masih melakukan evakuasi dan penyelamatan di lokasi latihan dan akan berlangsung selama 36 jam tanpa henti.(bert)

 

 



Kategori Berita Kansar , General Artikel , General Berita .
Pengunggah : Recylia