UPAYA SAPU BERSIH WARGA SEKITAR GUNUNG AGUNG OLEH TIM SAR GABUNGAN MULAI BERGESER KE KRB 1


KUNJUNGAN KERJA KOMISI V DPR RI KE PENGUNGSIAN GUNUNG AGUNG


Komisi V DPR RI mengunjungi para pengungsi Gunung Agung di GOR Sweca Pura, Klungkung. Selasa (10/10). Ketua tim, Ir. Fary Djemy Francis, M.MA. bersama 17 anggota lainnya tiba di Pos Swecapura sekitar pukul 10.10 Wita. Kunjungan kerja spesifik tersebut dalam rangka peninjauan penanganan sarana dan prasarana tempat penampungan pengungsi Gunung Agung. Kepala Kantor SAR Denpasar, Ketut Gede Ardana, S.E. turut mendampingi selama kegiatan berlangsung.

Kunjungan kerja diawali dengan rapat singkat, yakni mendengarkan pemaparan dari para mitra kerja Komisi V DPR RI. Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta memaparkan tentang kondisi kantong-kantong pengungsian di wilayah kerjanya, meliputi ketersediaan logistic, MCK, pendidikan, serta kesiapan pemerintah daerah jika nantinya terjadi letusan Gunung Agung. Selanjutnya instansi terkait dari Pekerjaan Umum, Dirjen Perhubungan Darat, BMKG juga memberikan penjelasan tentang kontribusi dan kesiapan dalam menghadapi Siaga Darurat erupsi Gunung Agung. Menurut Nyoman Suwirta ada beberapa kendala yang dihadapi, namun secara prinsip hal itu masih bisa teratasi dengan adanya kerjasama dengan berbagai komponen yang terlibat.

Menanggapi paparan dari masing-masing mitra kerja, Ketua tim mengharapkan agar semua sarana dan prasarana yang tersedia sifatnya darurat, tetap diperhatikan kelayakan dan kebersihannya sehingga tidak mencemari lingkungan dan terutama berdampak pada kesehatan para pengungsi. Fary Djemy Francis menyatakan bahwa Komisi V DPR RI akan mendukung penuh para mitra kerjanya dalam menanggulangi kondisi Gunung Agung dan juga berfikir jangka panjangnya.

Dalam tahap Siaga Darurat Erupsi Gunung Agung Basarnas yang juga merupakan mitra kerja Komisi V DPR RI, memiliki tugas dalam mengevakuasi warga serta membantu mobilisasi para pengungsi. “Selama ini semuanya sudah berjalan dengan baik, permintaan evakuasi warga Kawasan Rawan Bencana (KRB) ataupun relokasi pengungsi telah disanggupi dan mendapatkan respon positif dari masyarakat,” ungkap Ketut Ardana. Dalam wawancara dengan media parlemen, ia menyatakan bahwa Basarnas siap dalam kondisi terburuk sekalipun, bilamana kawasan terdampak erupsi memang seperti tergambar pada peta KRB. “Sudah ada bantuan personil Basarnas Special Group (BSG) berjumlah 49 orang dan Alut dari Basarnas Pusat, disamping itu juga telah disiagakan personil dan alut di pos aju di Kecamatan Rendang dan Kecamatan Selat, dimana masing-masing sudah bisa mengcover pada KRB 3 dan KRB 2,” tegasnya.



Kategori General Artikel .
Pengunggah : ketty rosa