UPAYA SAPU BERSIH WARGA SEKITAR GUNUNG AGUNG OLEH TIM SAR GABUNGAN MULAI BERGESER KE KRB 1


BASARNAS GELAR PELATIHAN POTENSI SAR WATER RESCUE DI BULELENG


BULELENG - Basarnas melalui Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menggelar pelatihan potensi SAR teknik pertolongan di air (water rescue) di wilayah Kabupaten Buleleng yang bertempat di Balai Desa Windu Sabha Budaya Tejakula. Pelatihan potensi SAR dimulai dari hari Selasa (6/3/2018) dan akan berlangsung selama 3 hari ini. Sebanyak 54 orang peserta dari TNI, Polri, PMI, BPBD Buleleng, ORARI, RAPI, Dinas Sosial, Dinas Pariwisata Buleleng serta 7 kelompok nelayan turut serta dalam pelatihan. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Ketut Gede Ardana dengan melibatkan 10 orang instruktur dari Basarnas Bali.

IMG-20180307-WA0039.jpg

Daerah Provinsi Bali memiliki wilayah laut yang cukup luas dan menjadi urat nadi perekonomian. Tingginya aktifitas wisatawan ataupun nelaya di wilayah perairan tentunya dibarengi dengan adanya resiko terjadinya bahaya yang mengancam keselamatan. Musibah memiliki sifat yang tidak dapat diprediksi, bisa kapan saja terjadi, dimana saja dan kepada siapa saja. Kondisi inilah yang menuntut kesiapsiagaan sehingga dapat menjawab respon time yang cepat, tepat, dan aman.

Dalam sambutannya Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Ketut Gede Ardana mengungkapkan bahwa dalam mewujudkan respon time yang cepat maka perlu adanya pemberian pelatihan kepada potensi SAR yang terdekat dengan lokasi-lokasi rawan terjadinya musibah. Semakin cepat pemberian pertolongan maka mampu mengurangi resiko jatuhnya korban jiwa. "Pelatihan kali ini memberikan materi tentang water rescue, pesertanya diutamakan para nelayan, mengingat wilayah Buleleng timur didominasi perairan dan banyak dari penduduknya bermatapencaharian sebagai nelayan," jelasnya.

Basarnas sebagai leading sector bidang SAR membutuhkan peranan seluruh komponen masyarakat ketika melaksanaan operasi SAR. Peran serta mereka tentunya harus diimbangi dengan pemahaman keterampilan dan kemampuan tentang teknik-teknik pertolongan. "Melalui pelatihan ini diharapkan semakin banyak potensi SAR yang berkompeten akan mampu mempersingkat respon time dalam penanganan di lapangan," imbuhnya.

IMG-20180307-WA0040.jpg

Materi-materi yang disampaikan kepada para peserta diantaranya tentang MFR (Medical First Responder) yang meliputi pengenalan dasar, penilaian korban, bantuan hidup dasar serta Resusitasi Jantung Paru dan water rescue yang meliputi pedoman keselamatan di air, metode pertolonga di air, personal floating device, defend and release, towing and carry, akses dan pertolongan, teknik pencarian, renang laut serta bina fisik. Selain pemberian teori teknik pertolongan di air, para peserta juga akan mempraktekannya langsung di Panti Segara Tejakula. Seluruh peserta akan dibagi dalam 3 kelompok, dimana masing-masing akan secara bergantian dilibatkan dalam 3 station dengan materi pengajaran yang berbeda. Para peserta terlihat antusias dalam mengikuti setiap materi yang diberikan. Salah seorang peserta menuturkan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat, karena kehidupan mereka dekat dengan laut. "Teknik-teknik yang diajarkan bisa menambah pengetahuan tentang keselamatan ketika sedang melaut dan semoga bisa bermanfaat jika nantinya saya dihadapkan dalam kondisi ada yang perlu pertolongan," ungkap Wayan Manis.

IMG-20180307-WA0041.jpg

"Kedepannya melalui pelatihan potensi SAR, hubungan Basarnas Bali dengan para potensi SAR tetap terjalin baik sehingga mempermudah komunikasi dan koordinasi dalam penanganan musibah di perairan jika ada operasi SAR di wilayah Buleleng khususnya Desa Tejakula dan sekitarnya," tutup Ardana. (ay/ hms dps)



Kategori General Artikel .
Pengunggah : chandra